Jo Hyun Jae “49 Days”, Boy Band Gagal, Akting Jalan Terus

Published 2 Februari 2012 by Eka Pratiwi

jo-hyun-jae

Kalau Anda masih ingat, wajah Jo Hyun Jae pernah muncul di layar TV Indonesia bersama Song Hye Kyo tahun 2005 silam lewat serial Sunshine of Love.

Namun dibanding lawan-lawan main Song Hye Kyo lainnya seperti Song Seung Hun, Won Bin, Bae Yong Jun, dan Rain, dia kalah pamor. Padahal produktif membintangi sejumlah drama seperti Love Letter, First Love, Star’s Echo, Sunshine of Love, Forbidden Love, Only You, dan One Mom and Three Dad. Selain belasan serial, ia juga bermain di film sejarah yang cukup kontroversial (karena terdapat banyak adegan ranjang) yang juga dibintangi Bae Yong Jun, Untold Scandal.

Setelah merampungkan wamil pada Juni 2010, aktor yang terkenal dengan sapaan JHJ ini comeback dengan serial 49 Days. Wajahnya yang semakin dewasa selepas wamil dinilai sangat cocok untuk peran Han Kang yang pendiam dan sensitif. “Han Kang pria yang tulus dan jujur yang memendam cintanya kepada Ji Hyun selama 10 tahun. Dia pria yang tak cepat puas dan bisa sangat perhatian juga sangat marah. Cintanya pada Ji Hyun tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ya, Han Kang bukan diri saya yang sebenarnya, tapi ada sedikit kemiripan antara kami. Saya orang yang mudah terharu tetapi penuh semangat. Saya hampir tidak pernah marah, tapi jika saya marah, saya akan sangat marah,” ungkap JHJ.

Perbedaan terbesar antara Han Kang dan Jo Hyun Jae, keyakinan dan konsep mereka soal kehidupan setelah kematian. Di serial 49 Days, Han Kang orang pertama yang menyadari jiwa Ji Hyun sedang berada di ambang dunia dan alam baka. Ia pula orang pertama yang bertekad menolong roh Ji Hyun dan mengembalikannya ke tubuhnya yang asli. Menurut JHJ, meski ia meyakini adanya kehidupan sesudah kematian, roh yang berada di ambang kematian dan berusaha kembali ke dunia hanya ada dalam kisah fiksi. “Sebagai penganut Kristen saya meyakini kehidupan sesudah kematian. Tapi di serial ini saya hanya berkonsentrasi berakting saja. Kisah serial ini tidak realistis, diangkat dari novel dan sangat imajinatif, itulah sebabnya serial ini sangat menarik,” katanya. Ya, meski begitu, JHJ sangat menyukai kisah 49 Days. “Ini bukan drama tradisional, juga bukan karya yang dangkal. Saya sangat tertarik dengan melodrama fantasi yang inovatif dan menarik. Juga karena ini ditulis oleh So Hyun Kyung, orang yang sangat saya percaya” urainya.

Di salah satu adegan kilas balik, tokoh Han Kang, yang diceritakan berteman dengan Ji Hyun sejak di bangku sekolah, harus mengenakan seragam sekolah. Wow, JHJ, yang saat syuting usianya sudah 30 tahun, harus bertransformasi menjadi pelajar usia belasan tahun! “Mulanya saya pikir didandani seperti anak muda akan menarik. Tapi setelah dua-tiga adegan saya mulai merasa gerah. Saya yang berusia 30 tahun dan Nam Gyu Ri yang 27 tahun harus kelihatan seperti anak sekolah, sangat memalukan!” kenangnya. Adegan lain yang paling membekas di hati JHJ, saat ia harus berbaku hantam dengan Bae Soo Bin. Karena kurang persiapan, ia benar-benar meninju Bae Soo Bin sehingga wajahnya merah. “Saya merasa sangat bersalah. Saya harus mentraktirnya minum, tapi jadwal syuting tak memperbolehkan kami istirahat,” ungkapnya.

Boy band sekali tampil

Mungkin banyak yang belum tahu, di awal kariernya, JHJ pernah bergabung dalam grup boy band, lho! Ya, pada 1998 ia membentuk grup bernama Guardian bersama tiga orang lain. Wajar saja bila Anda bahkan tak pernah mendengar nama boy band itu. Umur Guardian terlalu pendek. Mereka bubar setelah penampilan pertama di televisi, karena manajemen mereka bermasalah. “Kami hanya pernah tampil sekali, jadi saya tak bisa bilang saya seorang penyanyi. Padahal kami telah berlatih selama setahun, semua menjadi sia-sia dan saya terluka di usia yang sangat muda. Jadi saya meninggalkan dunia hiburan selama setahun, setelah itu saya berusaha kembali ke dunia akting dengan perlahan tapi pasti,” ceritanya.

Kegagalan meretas karier lewat jalur musik menyisakan luka, namun JHJ pantang berhenti berusaha. Ia tak ingin pengorbanannya drop out dari sekolah sia-sia. Kepada Sport Seoul, kelahiran 9 Mei 1980 ini mengakui ketidaktertarikannya akan dunia pendidikan formal. “Saya tak tertarik dengan pelajaran dan merasa sekolah tak ada artinya. Saya merasa lebih baik saya bekerja. Keluarga saya miskin, tapi keputusan berhenti sekolah bukan karena mereka tak mampu membayar biayanya. Itu keputusan saya, dan sama sekali tak saya sesali,” ungkapnya.
Pencerahan didapatnya pada 2000, saat tawaran iklan mulai datang, disusul tawaran bermain di serial drama dan film hingga sekarang. Sudahkah JHJ puas dengan keberhasilannya? “Belum boleh,” ujarnya. “Sudah sepuluh tahun (sejak debut), tapi masih banyak hal yang ingin saya lakukan, jadi saya tak boleh puas dengan kondisi sekarang. Saya berharap bisa mengerjakan proyek yang benar-benar membuat saya puas. Tapi sebelum itu, saya berharap produksi serial drama negara kami (Korea) bisa berjalan di situasi yang stabil, seperti Hollywood. Saya harap bisa berakting dalam situasi stabil,” harapnya.

cr : tabloidbintang
Sabtu, 21 Januari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: